Breaking News

Skybridge Tanah Abang Dibangun Sesusai APBD-P



Pemprov DKI Jakarta akan memakai  APBD Perubahan 2018 untuk membina  skybridge yang menelan perkiraan  sekitar Rp50 miliar.

Jembatan penghubung Stasiun Tanah Abang dengan Blok G tergolong  bagian penataan area  Tanah Abang etape  II. Pembangunan skybridge telah  disepakati Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bareng  direksi PD Pasar Jaya dan PD Sarana Jaya sebagai leading sector pengaturan  pusat grosir Tanah Abang.

“Kan pembahasan perkiraan  perubahan telah  mulai. Berangkat ke legislatifnya sesudah  laporan hasil pengecekan  tahunan BPK rampung,” ujar Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko kemarin. Ketika skybridge berlalu  dibangun, Jalan Jatibaru Raya yang kini dipakai  sebagai tempat saudagar  kaki lima (PKL) bakal  kembali dibuka.

Hal tersebut  sekaligus membalas  rekomendasi Ombudsman perihal dibukanyapulang  Jalan Jatibaru Raya guna  kendaraan. Selama pembangunan skybridge , saudagar  akan direlokasi terlebih dulu di lahan kosong selama  Jalan Jatibaru. Ketika berlalu  dibangun, PKL ditempatkan di pasar Blok G.

“Skybridge disepakati me sti rampung dalam dua bulan sesudah  APBD-Pdiabsahkan  atau selama  Oktober,” katanya. Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory Pinontoan menyatakan  belum dapat  meyakinkan groundbreaking skybridge dan revitalisasi gedung Blok G.

Adapun cerminan  kasar konsep revitalisasi Blok G nantinya terpadu denganlokasi  tinggal  susun dan Stasiun Tanah Abang atau light rail transit (LRT) dan bus rapid transit (BRT). Bagi  skybridge sepanjang 350 meterbakal  menghubungkan stasiun dengan pasar Blok G. “Usulannya nanti skybridge selain bikin  pejalan kaki dari stasiun mengarah ke  Blok G,pun  akan ada saudagar  yang sekarang  berada di Jatibaru Raya.

Setelah itu, Jalan Jatibaru Raya akan dimulai  kembali. Lebar skybridge satu jalur di atas Jalan Jatibaru Raya yang dipakai  pedagang ketika  ini,” ujar Yoory. Begitu pengaturan  jangka menengah dimulai, Pemprov DKIbakal  merelokasi PKL yang sekarang  menempati Jalan Jatibaru Raya. Merekadialihkan  ke lokasi  penampungan sedangkan  di sebanyak  lahan kepunyaan  PD Pembangunan Sarana Jaya.

Ada selama  400 PKL yang kini berniaga  di Jatibaru Raya. Bagi  lahan penampungan sementara, tempatnya  masih sporadis. PD Sarana Jaya me stimelepaskan  lahan tersebut supaya  mencapai luas 3.000- 5.000 meter persegi sehingga dapat  menampung PKL Jatibaru.

Di samping  itu, revitalisasi Blok G pun  menjadi unsur  dari pengaturan  jangka menengah area  Tanah Abang. PD Pasar Jaya bertanggung jawab atas revitalisasi ini. Selama di bina  ulang, saudagar  Blok G yang berjumlah 300 saudagar  akan direlokasi ke lahan parkir di area  Blok F Tanah Abang.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung) menilai pe nataan Tanah Abang di bawah kepemimpinan Anies-Sandi sepatutnya diapresiasi. Apabila dinamakan  melanggar aturan, dia meminta seluruh  aturan me sti ditegakkan.

Misalnya jalan depan Istana Negara dibuka, jalan di area  heritage Kota Tua dibuka, serta jalan depan kantor kedutaan besar yang terdapat  di Jakarta pun  dibuka. Berdasarkan keterangan dari  dia, pengaturan  yangdilaksanakan  saat ini melulu  sementara.

Ke depan, Pemprov DKI akan membina  skybridge sebagai lanjutan konseppengaturan  Tanah Abang. Artinya, pengaturan  ini paling  baik dan me stididukung. Dia meminta rencana itu  segera direalisasikan dan tidak boleh  berama-lama lantaran masuk politisasi.

Tidak ada komentar