Breaking News

Waspada! Kanker Tulang Paling Banyak Mengintai Anak Usia 10-20 Tahun



Kanker tulang ialah  salah satu jenis penyakit mematikan yang lumayan  langka. Dari sekian tidak sedikit  kasus, prosentase kanker tulang melulu  sekitar 0,2 persen. Penyakit ini dapat  menyerang siapa saja, namun  yanglumayan  ganas paling tidak sedikit  menyerang anak-anak sampai  remaja dengan rentang umur  10-20 tahun.

Kanker adalah penyakit mematikan yang disebabkan sekian banyak   faktor. Jadi, butuh  penanganan eksklusif  untuk memahami  penyebab seseorang menderita kanker. Tapi, yang sangat  sering terjadi kanker diakibatkan  oleh mutasi gen.

"Berbicara soal kanker tersebut  multifaktor. Tapi, sangat  sering sebab  genetik. Bukan berarti keturunan, namun  mutasi gen," kata dokter spesialis bedah orthopedi Rumah Sakit Indriati Solo Baru, Rhyan Darma Saputra, 36.

Dia menjelaskan  salah satu jenis kanker tulang yang sangat  sering menyerang ialah  osteosarkoma dan ewing sarkoma. Osteosarkoma adalah kanker yang menyerang jaringan tulang besar, sementara  ewing sarkoma menyerang jaringan empuk  pada tulang.

Gejala mula  seseorang yang menderita kanker tulang ialah  sering merasa nyeri ketika  beristirahat di malam hari, hadir  benjolan, serta berat badan menurun walau  nafsu santap  tetap normal.

Sayangnya, sekian banyak   gejala itu seringkali  diabaikan begitu saja oleh semua  orang tua. Kebanyakan orang tua beranggapan  jika urusan  ituialah  tanda seorang anak kelelahan. Padahal, andai  tidak segeraditanggulangi  akan timbul masalah lebih serius.

"Anak-anak kan suka bermain. Nah, bila   mengeluh nyeri di malam hariketika  beristirahat butuh  diwaspadai. Apalagi bila   berat tubuhnya menurun sebenarnya  nafsu santap  normal. Itu dapat  jadi tanda kanker tulang. Ditambah benjolan yang memunculkan  kecurigaan  patut dicurigai dan segera diperiksakan. Bukan ke tukang urut ya, namun  ke dokter supaya  diketahui jelas apa masalahnya," sambung dokter Rhyan yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur.

Dokter Rhyan Darma Saputra yang mengekor  fellowship di University of Science Malaysia menuliskan   bahwa kanker tulang dapat  berkembangsangat  cepat sekitar  tiga bulan. "Awalnya dapat  saja nyeri, lantas  muncul benjolan. Dan bila   sudah parah tulang bakal  patah. Sebab, sel kanker tersebut  menggerogoti tulang dan membuatnya rapuh," cerah  dia.

Meski demikian, sekarang  sudah ada pelbagai  metode penyembuhan  untuk mendeteksi dan menyembuhkan kanker. Langkah mula  biasanya doktermengerjakan  pemeriksaan MRI yang memperlihatkan  gambar struktur dan organ dalam tubuh.

Jika memang si pasien benar-benar menderita kanker, maka dokter bakal  memilihkan metode penyembuhan  yang tepat, mulai dari injeksi, radioterapi, kemoterapi, maupun operasi bedah. Semua metode penyembuhan  mutakhir tersebut  ada di layanan klinik bedah Rumah Sakit Indriati Solo Baru.

"Untuk menunjang diagnosa akurat Kanker Tulang, RS Indriati memilikikemudahan  Radiologi Muskuloskeletal lengkap, laksana  : MRI, Rontgen/BMD dan CT scan Awalnya pasien bakal  menjalani pemeriksaan menyeluruh  mulai dari MRI, biopsi, hingga  CT scan guna  meyakinkan  eksistensi  kanker. Selanjutnya kesebelasan  dokter bertukar pikiran  untuk mengerjakan  penanganan terbaik. Metode pengobatannya dapat  melalui injeksi, radioterapi, kemoterapi, atau operasi bedah. Peluang kesembuhan seorang penderita kanker osteosarkoma sebesar 70-80 persen, sedangkan  ewing sarkoma selama  40-50 persen," lanjut Rhyan Darma Saputra.

Mengingat bahaya kanker tulang yang mematikan, Rhyan Darma Saputra menyarankan untuk  masyarakat untuk mengerjakan  pemeriksaan terhadap anaksemenjak  dini. Dia mengimbau semua  wanita hamil guna  menjauhi seluruh  hal yang mempunyai  sifat  karsinogenik untuk mengawal  tumbuh kembang janin.

"Upaya pencegahan kanker tulang dapat  dilakukan semenjak  seorangperempuan  hamil, yaitu  dengan menghindari sekian banyak   hal yangmempunyai  sifat  karsinogenik, laksana  polusi, radiasi, makanan berpengawet dan pemanis. Jika bayi sudah  lahir, segera kerjakan  screening untuk memahami  kelainan yang barangkali  ada di dalam tubuh," tutup dia.

Tidak ada komentar