Breaking News

Mitos dan Kesalah Pahaman Pembelian Rumah

Perencanaan pembelian property sangat urgen untuk rencana hidup Anda. Perencanaan melakukan pembelian rumah akan memastikan bahwa kita dan orang yang kita cintai mempunyai apa yang mereka butuhkan nantinya. Namun, butuh berhati-hati dalam mebuat perencanaan tersebut sebab ada tidak sedikit mitos dan kesalahpahaman di luar sana mengenai perencanaan perumahan.

Dari sekian tidak sedikit mitos dan kesalahpahaman, inilah ini ialah beberapa urusan yang tidak jarang kita dengar seperti dikutip dalam tulisan berjudul 12 Estate Planning Myths and Misconceptions oleh Pakar Perencana Keuangan, Wes Moss.

1. Perencanaan properti melulu untuk orang kaya

Perencanaan properti berlaku untuk seluruh orang, tidak saja orang-orang kaya. Sebab, masing-masing orang telah tentu memerlukan perumahan dalam kehidupan mereka.

2. Saya terlampau muda untuk mengerjakan perencanaan

Tidak peduli berapa umur kita atau berapa tidak sedikit properti yang anda miliki, tetaplah mesti menanam rencana aksi sesegera barangkali bersangkutan perumahan. Hal ini merupakan format terbaik yang dapat dilaksanakan untuk diri sendiri dan orang yang kita cintai.

3. Wanita telah menikah, bakal ikut lokasi tinggal suami

Menikah bukan berarti Anda mesti melalaikan perencanaan keuangan. Terlebih menyerahkannya untuk pasangan Anda. Kita tidak pernah tahu apa yang bakal terjadi nantiny. Untuk menanggulangi hal-hal yang tidak diinginkan, maka kita perlu pun membuat perencanaan lokasi tinggal secara pribadi.

4. Libatkan keluatrga dalam perencanaan property

Harapan yang terlontar tersebut seringkali akan menciptakan Anda merasa tidak butuh lagi mengerjakan perencaan perumahan. Namun, meskipun urusan itu benar adanya, Anda butuh menyebutkan perencanaan kita untuk meminimalisir potensi masalah yang terjadi sebuah hari nanti. Dengan membuat kemauan Anda secara jelas, Anda bisa percaya bahwa family Anda bakal mengurus hal-hal sesuai kemauan Anda.

5. Saya tidak mesti berkoordinasi guna dana pensiun atau asuransi

Asuransi ialah bagian dari harta Anda, begitu pun asuransi property. Oleh karena itu, Anda butuh menyertakan penerima guna tersebut. Orang yang kita tentukan guna menerima duit pada guna asuransi tersebut harus cocok dengan orang yang tertera dalam rencana real Anda.

6. Mengabaikan skenario potensial

Perencanaan properti tidak saja sesederhana menunjuk penerima guna dan meninggalkannya begitu saja. Anda butuh mempertimbangkan bisa jadi skenario lain laksana apa yang terjadi andai orang yang kita tunjuk guna menerima aset itu meninggal, ataupun hal-hal beda yang barangkali terjadi. Pastikan guna mempunyai rencana pilihan untuk aset Anda.

7. Komunikasi yang baik

Ketika merencanakan real estate Anda, pastikan untuk berkata dengan berpengalaman waris dan orang-orang tercinta mengenai rencana Anda. Situasikan di mana orang yang disukai meninggal sampai-sampai anak-anaknya secara otomatis mulai membagi harta pribadi, memblokir rekening bank, dan masih tidak sedikit lagi tanpa repot-repot untuk menyimak dokumen real. Asuransi kebijakan, saham dan properti dapat diklaim tanpa komunikasi apapun. Biarkan orang yang kita cintai tahu rencana Anda.

8. Mencoba untuk menciptakan semua orang bahagia

Ada pepatah yang menuliskan Anda bisa menyenangkan sejumlah orang sejumlah waktu, namun Anda tidak dapat menyenangkan seluruh orang sepanjang waktu. Hal ini berlaku guna perencanaan perumahan. kita akan menciptakan surat wasiat, membagi aset Anda, dan mempunyai segala sesuatu yang ditulis serupa yang Anda mau yang menciptakan sebagian orang barangkali menjadi tidak senang. Namun, urusan tersebut ialah sebuah fakta yang mesti dihadapi, sampai-sampai Anda perlu guna mengurus urusan tersebut sesuai kemauan Anda.

9. Merencanakan seluruh sendiri

Perencanaan properti bukan proyek do-it-yourself atau merencanakan semuanya sendirian. kita perlu berkata dengan profesional ataupun penasihat finansial dan perencana property yang tahu seluk-beluk hukum yang bersangkutan tentang pajak, keyakinan dan kehendak.

10. Gagal memodernisasi dokumen

Anda perlu mengerjakan update dan evolusi paling tidak sekali dalam setahun andai tidak inginkan kehilangan tidak sedikit denda. Perhatikanlah aset Anda, tabungan yang kita miliki dan investasi yang kita punya.

11. Gagal menyimak aset gabungan

Jika kita dan pasangan Anda sudah menggabungkan aset guna Anda anak-anak, Anda pun perlu memperhatikan akibat pajak dari aset tersebut. Jangan hingga Anda meninggalkan seluruh harta guna orang tercinta tanpa mempertimbangkan urusan tersebut. Bicaralah dengan penasihat finansial untuk menilai teknik terbaik guna menunjuk penerima guna untuk menghindari pajak besar di properti Anda.

12. Tidak menyerahkan rumah sebagai hadiah

Jika kita memiliki sejumlah aset dan hendak menghindari bisa jadi potensi pajak, kita mungkin hendak menghadiahi sejumlah aset tersebut untuk orang yang kita cintai. Hadiah tersebut dapat jadi bakal terbebas dari pajak yang nantinya dikenakan untuk penerima aset.

Tidak ada komentar