Kelola Sampah Rumah Tangga dengan Baik Untuk Cegah Banjir di Musim Hujan


Sampah rumah tangga yang tidak diurus dengan baik bisa memunculkan beberapa persoalan, khususnya musibah banjir yang sering hadir waktu musim hujan datang. Sebagus apa pun skema drainase yang ada bila persoalan sampah rumah tangga tidak bisa ditanggulangi dengan baik, jadi sampah itu akan menutup aliran hingga air juga susah mengalir. 

Beberapa persoalan yang lain yang seringkali diakibatkan oleh sampah rumah tangga ialah pencemaran hawa karena berbau tidak enak, pencemaran air tanah serta lingkungan perairan, dan penyebaran penyakit. Sebab produksi sampah paling besar di Indonesia datang dari rumah tangga, jadi tidak ada kelirunya untuk menolong menahan beberapa persoalan yang bisa memberi efek negatif baik buat kesehatan diri ataupun lingkungan. 

Berikut langkah pemrosesan sampah rumah tangga yang dilandaskan prinsip 4R, yaitu reduce, reuse, recycle, serta recovery. 

1. Tahu beberapa jenis sampah 

Sebelum mulai lakukan pemrosesan sampah rumah tangga, sebaiknya buat kamu tahu beberapa jenis sampah rumah tangga. Berlainan jenis-berbeda pun langkah memproses serta menguraikannya. 

2. Sampah organik 

Sampah organik adalah sampah rumah tangga yang datang dari makhluk hidup yang bisa terurai dengan baik di alam. Sampah rumah tangga ini lalu diklasifikasikan berdasar pada kandungan airnya dalam sampah organik kering serta sampah organik basah. 

Sampah organik basah bersumber dari bekas bahan makanan, seperti sayuran, buah-buahan serta kulitnya, serta ampas teh. Sedang sampah organik kering umumnya berbentuk dedaunan, tangkai tanaman, serta serbuk kayu. 

3. Sampah anorganik 

Sebaliknya, sampah rumah tangga yang satu ini tidak datang dari makhluk hidup. Sejumlah besar sampah anorganik datang dari beberapa benda buangan memiliki bahan plastik, logam, styrofoam, serta kaca. Sampah rumah tangga ini susah terurai di alam sebab proses dekomposisinya berjalan dengan perlahan-lahan bahkan juga memerlukan waktu sekian tahun lamanya. 

4. Sampah bahan beresiko serta beracun 

Kaleng cat, tinta printer, baterei, insektisida, deterjen, serta bola lampu termasuk juga ke dalah sampah bahan beresiko serta beracun (B3). Sampah rumah tangga ini memiliki kandungan bahan kimia beracun yang dapat membahayakan jika dilewatkan terurai demikian saja. 

5. Kurangi produksi sampah 

Sesudah kenal beberapa produk sampah rumah tangga, sekarang waktunya kamu coba mengaplikasikan teknik-tenik pengolahannya. Diawali dari yang sangat simpel, yakni kurangi produksi dengan sampah rumah tangga tersebut, khususnya untuk sampah rumah tangga yang susah terurai seperti sampah plastik. 

Untuk kurangi pemakaian sampah plastik, kamu bisa mengantinya dengan kantong kertas atau tas kanvas multifungsi, praktis, serta gampang dibawa ke mana-mana. Prioritaskan pun pemakaian produk isi lagi (refill) daripada beberapa produk sekali gunakan. Jauhi pun beli makanan yang dibungkus styrofoam, pakai kotak makanan yang bertahan lama. 

6. Buat skema pemilahan sampah simpel di dalam rumah 

Pisahkanlah sampah rumah tangga sesuai macamnya. Sampah organik kering serta basah juga butuh dipisahkan untuk memudahkan proses pemrosesan. Bedakan warna atau bentuk wadah serta berikan cap di bagian depannya hingga kamu tidak buang sampah dalam tempat yang salah. 

Awalannya kemungkinan menyusahkan, tetapi jika pekerjaan membeda-bedakan sampah rumah tangga seringkali dipraktikan, ini bisa menjadi satu rutinitas.Tempat sampah rumah tangga ini semestinya dibikin bersih dengan teratur hingga tidak memunculkan berbau tidak enak serta menepis bakteri serta kuman penyakit berkembangbiak disana. 

7. Lakukan daur lagi sampah 

Daur lagi sampah rumah tangga penting dikerjakan khususnya untuk sampah anorganik. Proses daur lagi sampah rumah tangga mencakup pemakaian kembali bahan sisa tanpa ada merubah bentuk aslinya, tetapi mempunyai manfaat yang berlainan. Seperti paket plastik yang bisa jadikan tas atau kreasi bahan sisa yang lain. 




Bila ditelateni dengan baik daur lagi sampah rumah tangga dapat memeberikan keuntungan tertentu untukmu sebab bisa jadi tempat usaha baru. 




Sedang untuk mendaur lagi sampah elektronik atau sampah B3, kamu dapat mendonasikannya bila masih tetap berperan dengan baik atau membawanya langsung ke pusat daur lagi. Mengenai perusahaan elektronik yang terima sampah elektronik untuk di proses kembali, jadi kamu dapat mengembalikannya kesana. 




Jelas sekali membakar sampah rumah tangga bukan jalan keluar pemrosesan sampah anorganik serta sampah B3 yang baik. Asapnya bisa membuahkan gas beracun yang mengakibatkan pencemaran hawa sekaligus juga riskan memunculkan kebakaran.

Belum ada Komentar untuk "Kelola Sampah Rumah Tangga dengan Baik Untuk Cegah Banjir di Musim Hujan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel